Jumat, 24 Oktober 2008

Komentar Setelah Di Terapi Bekam

Setelah dibekam, badan saya terasa ringan, segar, dan sehat. Sebelumnya, badan saya terasa berat, kaki terasa panas dan berat, dan pinggang sakit.
Bapak Adi, Jakarta Selatan


Setelah dibekam, bahu saya terasa lebih enakan dan mudah digerakkan. Sebelumnya, bahu saya terasa sakit, kaku dan pegal kalo digerakkan selama kurang lebih setahun ini.
Bapak Dana, Jakarta Pusat


Setelah dibekam, kaki terasa ringan untuk digerakkan dan terasa enak digunakan untuk berjalan maupun berlari. Sebelumnya, kaki terasa berat, kaku, terasa panas dan sakit ketika hendak dipakai untuk berjalan.
Ibu Tina, Jakarta Selatan

EAR CANDLE

Ear Candle bekerja layaknya vacuum cleaner yang menyedot kotoran. Lilin yang dibakar akan menghasilkan panas. Tekanan udara di atas menjadi lebih rendah sehingga asap putih hasil bakaran lilin masuk ke dalam tehinga. Setelah 3/4 lilin terbakar, asap di dalam telinga pun menjadi jenuh. Dengan adanya aliran udara dan tekanan lebih tinggi, asap putih itu akhirnya keluar dari dalam telinga sambil membawa partikel-partikel yang ada di dalam telinga, termasuk wax yang ada di dalam rumah siput.

Penggunaan Ear candle dipercaya dapat membersihkan dan mengharmonisasikan daerah energi yang berbeda-beda pada setiap individu dalam persiapan semacam kondisi relax yang nyaman dan untuk menghilangkan energi negative pada tubuh kita. Ear candles adalah terapi pembersihan yang sangat sukses untuk banyak masalah yang berhubungan dengan kuping dan daerah kepala. Limpatik sistim dan metabolisme tubuh dapat dipengaruhi dengan penggunaan Ear candle ini. Dalam prosesnya digunakan lilin kusus yang menyerupai pipa dan pada ujungnya dikususkan untuk dihubungkan pada lubang telinga. Api yg dinyalakan akan mengangkat racun, lapisan lilin yg sudah lama, sisa dari infeksi dan jamur dan juga akan mengurangi lembab pada telinga.
Ear Candling sudah lama dikenal oleh orang-orang di Mesir, China, Yunani and Suku Indian Hopi di Amerika Utara.
Ear candling dapat memberikan hasil yg
menguntungkan pada:

- Masalah Jamur pada kuping.
- Lapisan wax/lilin pada kuping .
- Sinusitis
- Kuping berdengung
- Vertigo / masalah keseimbangan.
- Sisa-sisa racun dari obat-obatan.
- Masalah Kuping karena berenang/menyelam.
- Kepala yg. Berat.
- Sebelum melakukan penerbangan.
- dll.


Senin, 20 Oktober 2008

Sakit Kepala Hilang dengan Ear Candle

By Republika Contributor
Sakit Kepala Hilang dengan Ear Candle

Anda sering mengeluh sakit kepala, migrain atau vertigo? Jangan buru-buru menganggap ada yang salah pada kepala Anda. Coba cek dahulu telinga Anda siapa tahu sumber masalah ada di sana.

Kebanyakan orang yang mengeluhkan sakit kepala langsung saja minum obat sakit kepala. Mereka menganggap, dengan cara itu masalah akan selesai. Memang, keluhan akan hilang. Tapi sakit kepala mungkin bakal sering berulang kalau penyebab utamanya belum ditangani.

Bisa jadi, penyebab sakit kepala itu ada di organ tubuh lain, misalnya di telinga. ini bisa saja terjadi karena pusat keseimbangan tubuh ada di telinga. Ketika keseimbangan itu terganggu, entah oleh jamur, radang, atau bisul di dalam telinga, kerja bagian tubuh yang lain juga akan terganggu. Salah satu dampaknya adalah sakit kepala.
Lalu, bagaimana mengatasinya? Tak ada salahnya kalau mencoba ear candle therapy (ECT). Terapi ini menawarkan solusi untuk mengobati dan mengembalikan keseimbangan tubuh.

ECT bukanlah "barang" baru. Sekitar 4.000 tahun lalu suku Indian, penduduk asli daratan Amerika, memanfaatkan ear candle untuk upacara spiritual. Ear candle yang digunakan saat itu terbuat dari kulit jagung yang dilapisi sarang lebah. Sekarang, digunakan kain linen sebagai pengganti kulit jagung. Kualitasnya harus tinggi agar abu bakaran tidak beterbangan. Karena menggunakan sarang lebah, warna ear candle bisa berubah sesuai musim, tergantung pada jenis bunga yang madunya diisap oleh sang lebah.

ECT pada dasarnya sarana untuk mebersihkan telinga. Namun, efeknya ternyata bisa mengobati penyakit seperti gangguan pendengaran, kehilangan keseimbangan, tinitus (telinga berdengung). Karenanya, ECT bisa juga digunakan untuk menyembuhkan atau mengurangi keluhan beberapa penyakit. Umumnya memang yang berkaitan dengan pendengaran. Namun, tidak menutup kemungkinan ECT dapat menyembuhkan penyakit yang secara tidak langsung berkaitan dengan pendengaran, misalnya migrain, vertigo, sinusitis, bahkan insomnia. vertigo terjadi karena adanya gangguan keseimbangan tubuh akibat tumpukan jamur maupun radang telinga. Penyakit ini bisa disembuhkan karena jamur di telinga berhasil dihilangkan dan radang disembuhkan.

Dalam ECT, ear candle bekerja layaknya vacuum cleaner yang menyedot kotoran. Lilin yang dibakar akan menghasilkan panas. Tekanan udara di atas menjadi lebih rendah sehingga asap putih hasil bakaran lilin masuk ke dalam tehinga. Setelah 3/4 lilin terbakar, asap di dalam telinga pun menjadi jenuh. Dengan adanya aliran udara dan tekanan lebih tinggi, asap putih itu akhirnya keluar dari dalam telinga sambil membawa partikel-partikel yang ada di dalam telinga, termasuk wax yang ada di dalam rumah siput.

Agar terapi membuahkan hasil, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Antara lain tidak berenang selama terapi, atau selalu mengenakan ear plug untuk menjaga agar telinga tidak kemasukan air dan udara. Ear plug ini wajib dipakai saat berenang, mandi, dan berkendara dengan sepeda motor. Pasien juga dianjurkan untuk tidak makan makanan berprotein tinggi yang dapat memicu radang/infeksi seperti seafood (udang, kepiting, ikan asin), telor, dan susu.

ECT memang bukan tanpa risiko. Tapi, risiko itu sangat kecil. Salah satunya, bila diterapi terlalu sering atau terlalu banyak lilin akan membuat radang semakin parah. Pelanggaran terhadap pantangan juga akan menimbulkan risiko. cr1

Kamis, 16 Oktober 2008

Penghancur Lemak Alami

Teh hijau mengandung bahan aktif epigallocathechin gallate yang multi fungsi.
"Minum air jeruk saja biar lemaknya hancur," mungkin Anda sering mendengar saran tersebut untuk mengurangi rasa berdosa setelah menyantap makanan enak, tapi penuh lemak. Padahal, penghancur lemak alami yang paling baik adalah teh hijau.


Menurut dr. Phaidon Toruan, dalam bukunya Fat-Loss Not Weight-Loss, ada dua keuntungan mengonsumsi teh hijau, yakni sebagai fat burner yang optimal dan kaya akan antioksidan.

Teh hijau akan membantu meningkatkan pembakaran lemak, dalam arti membantu meningkatkan metabolisme trigliserida (misalnya lemak yang tebal di bawah kulit) untuk diubah menjadi asam lemak. "Tapi ingat, lemak di bawah kulit hanya bisa dibakar bila bentuknya sudah diubah menjadi asam lemak. Proses pembakarannya adalah dengan olahraga," kata Phaidon.

Agar fungsi teh hijau sebagai fat burner lebih optimal, Phaidon menyarankan agar teh hijau diminum sebelum latihan. Kapasitas antioksidan teh hijau sangatlah kuat sehingga bisa memberi efek proteksi terhadap dinding sel otot. Selain itu, lanjut Phaidon, jika diminum sebelum menyantap makanan, teh hijau akan membantu menahan asupan lemak.

Bagi Anda yang ingin praktis kini telah banyak tersedia ekstrak teh hijau yang sudah diolah secara modern dalam bentuk kapsul sehingga bisa dibawa ke mana pun dan mempermudah Anda mempersiapkan diri bila ingin berolahraga dan menggunakan ekstrak teh hijau.


AN

Pala, Mujarab buat Perut

TANAMAN multiguna dan komoditas ekspor Indonesia nonmigas utama ini kaya akan vitamin C, kalsium, dan fosfor. Pala juga biasa digunakan sebagai obat diare, kembung, mual, serta untuk meningkatkan daya cerna dan selera makan.


Salah satu oleh-oleh khas yang wajib diburu kalau berlibur ke Bogor dan Cianjur adalah manisan buah. Buah yang banyak diolah menjadi manisan adalah pala, mangga, kedondong, pepaya, kemang, kebembem, dan jambu biji.

Di Bogor, yang merupakan salah satu sentra produksi pala, manisan pala paling populer. Konon, manisan pala telah dikenal di Bogor sejak zaman Belanda, yaitu ketika petinggi-petinggi VOC banyak berdiam di kota hujan tersebut.

Ada dua jenis manisan pala, yaitu manisan pala basah dan manisan pala kering. Selain sebagai manisan, daging buah pala juga dapat diolah menjadi jeli, sirop, dodol, chutney, selai, sari buah, wine, dan cider pala.

Bagian buah pala yang paling tinggi nilai ekonominya adalah biji dan fuli. Biji umumnya digunakan pada makanan manis dan kaya rempah, seperti produk roti, dan juga sebagai bumbu dalam masakan daging serta produk minuman dan dessert. Sementara itu, fuli digunakan sebagai bahan flavor pada produk roti, seperti cake, cookies, pie, dan topping, juga sebagai bumbu pada masakan laut, pikel, dan minuman.

Populer Sejak Baheula
Tanaman pala termasuk dalam kelas Angiosperma, subkelas Dicotyledonae, ordo Ranales, family Myristiceae dan Myristica, terdiri dari 15 genus dan 250 species. Dari 15 genus tersebut, 5 di antaranya terdapat di daerah tropis Amerika, 6 di daerah tropis Afrika, dan 4 genus di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia.

Tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu tanaman rempah-rempah asli Indonesia yang daerah produksinya tersebar dari Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Papua. Pada awal masa perdagangan (VOC), pala merupakan rempah-rempah yang dicari layaknya emas.

Hingga kini, peran pala sebagai mata dagang tradisional Indonesia di dunia masih sangat besar. Indonesia merupakan produsen utama pala dengan memasok sekitar 74 persen dari kebutuhan pala dunia (Puslitbangtri, 1990).

Pada zaman penjajahan Belanda, tanaman pala disebarkan ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pala memiliki beberapa nama khas daerah, seperti falo (Nias), palo (Minangkabau), pahalo (Lampung), pala (Sunda), paala bibinek (Madura), kalapelane (Seram), parang (Minahasa), dan gosoka (Halmahera, Tidore, dan Ternate).

Tanaman pala merupakan tanaman multiguna karena setiap bagiannya dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri. Biji, fuli, dan minyak atsiri dari pala merupakan yang paling banyak dieskpor, serta digunakan dalam industri makanan dan minuman. Minyak yang berasal dari biji, fuli, dan daun digunakan dalam industri obat-obatan, parfum, dan kosmetik.

Dalam industri obat-obatan, buah pala memiliki beragam khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dalam dosis rendah, pala dapat digunakan untuk mengurangi flatulensi (kembung perut), meningkatkan daya cerna dan selera makan, serta untuk mengobati diare, muntah, dan mual (Chevallier, 2001).

Komponen myristicin yang terkandung dalam daging buah memiliki kemampuan sebagai agen insektisidal dan dianggap berkontribusi terhadap sifat halusinogen yang dapat menyebabkan halusinasi (Dorsey, 2001).

Di beberapa daerah, daging buah pala dibuang sebagai limbah setelah diambil biji dan fulinya. Hal tersebut patut disayangkan karena daging buah pala merupakan komponen terbesar dari buah pala segar (83,3 persen), dibanding fuli (3,22 persen), tempurung biji (3,94 persen), dan daging biji (9,54 persen).

Pemanfaatan buah pala secara optimal akan dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebab, dengan pengembangan produk olahan strategis yang memanfaatkan limbah daging buah pala, bisa memberikan keuntungan ganda.

Kaya Komponen Volatil
Tanaman pala dapat tumbuh baik pada tanah dengan struktur gembur dan penuh humus, derajat keasaman tanah 5,5-6,5, pada dataran rendah hingga ± 700 m dari permukaan laut, dengan curah hujan antara 2.000-3.000 mm/tahun. Tanaman pala merupakan tanaman berumah dua (deoceous) yang berarti bunga jantan dan betina tidak terletak pada satu pohon. Ada juga pohon yang berkelamin dua atau hemaphrodit, tetapi jarang sekali terjadi.

Tanaman pala mulai berbunga setelah berumur 6-10 tahun, tergantung dari keadaan tanah dan iklim. Bunganya berwarna pucat, kecil, lunak, dan berbau harum serta berbentuk malai. Malai bunga jantan terdiri dari 1-10 bunga dan malai bunga betina 1-3 bunga. Jangka waktu pertumbuhan buah dari mulai persarian hingga masak petik tidak lebih dari sembilan bulan (Rismunandar, 1990).

Tanaman pala dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 meter, mahkota pohon yang bervariasi antara bentuk piramidal (kerucut), lonjong (silindris), dan bulat. Mulai berbuah setelah berumur 8-9 tahun, hasil maksimum pada umur 25 tahun dan dapat bertahan sampai umur 60 tahun.

Pohon pala yang telah berumur 10-12 tahun menghasilkan buah sekitar 800-2.000 buah per tahun dari 2-3 kali panen (Hadad, 2001). Buah pala berbentuk seperti buah pir, ujungnya meruncing, kulitnya licin, berdaging, dan cukup banyak mengandung air

Buah pala mempunyai daging buah keras, berwarna keputih-putihan, mengandung getah putih, dan rasanya kelat. Diameter buah pala bervarisi dari 3-9 cm. Bila buah telah masak di pohon, daging buah terbuka sehingga biji pala yang berwarna cokelat menjadi mudah terlihat.

Biji pala kaya akan lemak sehingga dapat diekstrak untuk menghasilkan minyak pala. Daging buah pala kaya kalsium, fosfor, vitamin C dan A, serta sedikit zat besi. Daging buah pala mengandung 29 komponen volatil (senyawa yang mudah menguap) dengan 23 komponen telah teridentifikasi dan 6 komponen lain belum teridentifikasi. Komponen yang paling banyak terkandung dalam minyak atsiri daging buah pala adalah á-pinen (8,7 persen), â-pinen (6,92 persen), ?-3-karen (3,54 persen), D-limonen (8 persen), á-terpinen (3,69 persen), 1,3,8-mentatrien (5,43 persen), ã-terpinen (4,9 persen), á-terpineol (11,23 persen), safrol (2,95 persen), dan myristicin (23,37 persen) (Hustiany, 1994).


Prof. DR. Made Astawan

Selasa, 30 September 2008

Cara Cepat Turunkan Kolesterol

KERUTAN yang makin jelas di wajah bisa jadi salah satu isyarat bahwa Anda bertambah tua. Namun untuk mengetahui meningkatnya kadar kolesterol Anda tak bisa mengenalinya dari tampilan fisik.


Meskipun tingginya kadar kolesterol seringkali menjadi konsekuensi penuaaan. Namun naik turunnya kadar kolesterol tak kenal tua atau muda. Di zaman sakarang, remaja juga bisa mengalami risiko kesehatan serius akibat melonjaknya kolesterol. Sejumlah penyakit berat seperti jantung, stroke kini tak cuma menyerang orang tua, namun juga kaum muda.

Untungnya, untuk menghindari dampak buruk kolesterol ada banyak hal yang bisa dilakukan. Hidup sehat dan disiplin adalah prinsip dan modal utama guna mencegah ancaman kolesterol, tetapi menurut para ahli kesehatan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan dan mengendalikan tingginya kolesterol.

1. Makan yang benar dan tepat. Mulai saat ini, kurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol. Hindari jenis makanan seperti gorengan atau jeroan. Gumpalan lemaknya (fatty streak) akan membuat kadar kolesterol melonjak.

2. Rajinlah melakukan olahraga. Penelitian menunjukkan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung sebanyak 50%, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) yang membantu menyingkirkan LDL (kolesterol jahat) dari arteri Anda.

3. Turunkan berat badan. Berat badan yang berlebih atau obes cenderung menyebabkan tingginya kandungan trigliserida (semacam lemak) tinggi, sementara kadar HDL (kolesterol baik) cenderung rendah.

4. Periksa tekanan darah secara teratur. Menjaga tekanan darah. Idealnya 120/80. Tekanan darah yang tinggi menandakan terjadinya kolesterol yang bertumpuk di lapisan dalam arteri.

5. Stop merokok.
Rokok dapat mendorong pembentukan penumpukan lemak pada dinding arteri (atherosclerosis) dan mempersempit arteri serta menyumbat aliran darah.

6. Minum obat dari dokter. Jika kerja keras Anda seperti olahraga, diet dan program penurunan berat badan gagal menurunkan kolesterol, dokter akan memberikan Anda obat-obatan penurun kolesterol. Pengobatan bisa menjadi pilihan pertama bagi orang yang memiliki faktor-faktor risiko penyakit lain seperti sakit jantung atau diabetes. Ada beragam obat yang diresepkan seperti statin, niacin atau ezetimibe.


AC
Sumber : WebMD

Jangan Main-Main dengan Tensi Darah

MEMERIKSA tekanan darah secara teratur tampaknya harus mulai dibiasakan dan menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini penting guna mencegah kemungkinan mengidap berbagai penyakit berat.


Nasihat tersebut tidaklah mengada-ada karena fakta di masyarakat saat ini menunjukkan bahwa kesadaran dalam memperhatikan tekanan darah masih sangat rendah. Padahal, tensi darah perlu dipantau dan diperiksa secara rutin guna mendeteksi kemungkinan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

"Masalah besar yang dihadapi di Indonesia saat ini adalah rendahnya kesadaran untuk memeriksakan tensi darah. Padahal bila sudah mengidap hipertensi, mereka harus mau berobat dalam jangka waktu lama," ungkap ahli penyakit dalam Prof Dr Samsuridjal Djauzi SpPD (K), dalam jumpa pers memperingati Hari Hipertensi Sedunia di Jakarta Kamis (29/5) kemarin.

Menurut Prof Samsuridjal, yang menjabat Ketua Bidang Pembinaan Praktik Dokter Layanan Skunder dan Tersier Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu, saat ini begitu banyak orang yang tak tahu kalau dirinya hipertensi dan tidak mampu mengendalikannya.

"Banyak orang yang menderita tapi mereka tak menyadarinya. Sebuah penelitian menyebutkan satu dari empat orang di dunia mengalami hipertensi. Di Indonesia, lebih dari 10 persen populasi atau sekitar 20 juta orang kemungkinan mengidap hipertensi," terangnya.

Prof Samsu berpesan, masyarakat harus secara rutin memeriksa tekanan darah untuk mencegah kemungkinan mengidap penyakit berat khususnya degeneratif. Jika tensi darah tak diperhatikan, pasien takkan menyadari kalau tekanan darahnya tinggi dan memerlukan pengobatan.

"Bila ini dibiarkan lama tentu akan menyebabkan berbagai penyakit berat seperti jantung, stroke diabetes, ginjal bahkan sampai harus cuci darah, Jangan dibiarkan sampai parah. Bila sudah mengalami hipertensi tapi belum ada komplikasi, pengobatan relatif masih mudah," ungkapnya.

Berdasarkan The Seventh Report of Joint National Committee tentang pencegahan, deteksi, evaluasi dan penanganan tekanan darah, disebutkan bahwa makin tinggi tensi darah makin besar risiko mengalami serangan jantung, gagal jantung, stroke maupun gagal ginjal. Batas tekanan darah yang normal pada usia dewasa yang dianjurkan adalah di bawah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik.

Tekanan darah 120-139/80-89 dikategorikan sebagai hipertensi di mana untuk menurunkannya dibutuhkan perbaikan gaya hidup yang lebih sehat. Jika sudah mencapai 140/90mm Hg lebih, barulah dikategorikan sebagai hipertensi yang memerlukan pengobatan.


Asep Candra