Senin, 01 September 2008

Massage atau Therapy Pijat

Massage atau therapy pijat bisa di katakana sebagai salah satu tradisi penyembuhan yg tertua. Pada banyak kebudayaan diantaranya Yunani Kuno, Mesir, China dan India, meyakini bahwa therapy massage selalu digunakannya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.


Kulit adalah organ tubuh terbesar dari manusia dan dipenuhi dengan ujung-ujung syaraf. Dimana selain kulit, therapy pijat / Massage juga bekerja dengan melembutkan otot dan menghasilkan relaksasi khususnya efektif dalam mengatasi keluhan gangguan sirkulasi,
misalnya, sakit kepala yang amat sangat biasanya terjadi berlarut-larut, oleh karena rasa sakit tersebut maka membuat penderita merasakan kaku pada otot yang terserang. Hal ini akhirnya akan menimbulkan lebih banyak lagi rasa sakit pada organ lainnya.
Tepat apabila pijatan dilakukan pada leher dan bahu secara perlahan dapat melepaskan tekanan pada otot dan mengurangi rasa sakit.
Macam-macam gangguan / keluhan


Penelitian modern menunjukkn bahwa massage dapat digunakan utk mengatasi berbagai macam gangguan, diantaranya :

  • Ancietas / Kegelisahan
  • Arthritis / Peradangan
  • Nyeri punggung ( Upper and Low Back Pain )
  • Rasa nyeri yang kronis
  • Konstipasi / sulit buang air besar
  • Depresi
  • Sakit Kepala
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Insomnia

Relaksasi menyeluruh Salah satu manfaat yang langsung terasa dengan therapy massage adalah merasakan relaksasi yang menyeluruh dan ketenangan. Hal ini terjadi karena massage adalah sebagai pemicu terlepasnya Endorfin, Zat Kimia Otak ( Neuro Transmitter ) yang menghasilkan perasaan nyaman. Tingkat Hormon Stress, seperti : Adrenalin, Kortisol, Norephinefrine tentunya juga akan berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat hormon stress yang tinggi dapat menurunkan system immun pada tubuh.

Beberapa Keuntungan fisik dari terapi pijat diantaranya :

  • Mengurangi Tekanan pada Otot
  • Memperbaiki Sirkulasi Darah
  • Merangsang System Lymfatik
  • Mengurangi Hormon Stress
  • Meningkatkan Mobilitas Persendian & Kelenturan
  • Menyegarkan permukaan kulit agar terlihat cerah.
  • Mempercepat penyembuhan cederanya pada jaringan lunak.
  • Menambah kewaspadaan mental
  • Mengurangi kegelisahaan dan depresi.
Dikutip dari : tantric-massage.blogs.friendster.com

Obat Kimia VS Obat Herbal

Kelemahan Obat Modern atau Obat Kimia :



a. Efek samping.
Terdapat efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh.
Penggunaan bahan kimia pada tubuh dianggap sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan dan digunakan secara terbatas yang dapat diterima dan ditoleransi oleh tubuh.



b. Sering kurang efektif untuk penyekit tertentu.
Beberpa penyakit memang belum ada obatnya, obat yang ada hanya bersifat simptomatik dan harus diminum seumur hidup. Beberapa penyakit belum diketahui penyebabnya. Banyak pasien secara rutin pergi ke dokter tanpa perbaikan yang signifikan bahkan semakin buruk keadaannya.



c. Harga yang mahal karena faktor impor.
Hampir semua obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain dai impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diipor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin-mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil. Tingginya harga terjadi karena impor menggunakan mata uang asing yang berfluktuasi sesuai kurs dan juga membuat ketersediaan tidak menentu.




Kelebihan Obat Herbal :

a. Tidak ada efek samping jika digunakan pada dosis normal.


Hal ini terjadi karena obat herbal tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain obat herbal dapat dianggap sebagai makanan yang berarti bahan yang dikonsumsi guna memperbaiki organ atau sistem yang rusak. Kelebihan obat herbal yang digunakan tentu menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan. Sebagai hasilnya, sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal adalah dosis tradisional dan sedikit dikurangkan.



b. Efektif, bahkan untuk penyakit yang sulit diobati secara medis.
Berdasarkan pengalaman turun-temurun yang tertulis maupun lisan, dan kemudian dipelajari dari berbagai aspek seperti botani, kimia dan farmakologi. Pendekatan dalam penggunaan herbal ditekankan pad aspek farmakologi yang merupakan fungsi herbal tersebut dalam proses pengobatan.



c. Harga murah dan dapat ditanam sendiri.
Terutama jika kita dapat menanam sendiri dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Harga Akan meningkat jika obat herbal itu diperoleh dalam bentuk simplisia yang dikeringkan. Akan meningkat lagi jika dikonsumsi dalam bentuk the atau kapsul. Bahkan akan menjadi cukup tinggi jika dalam bentuk ekstrak.



d. Aplikasinya lebih sederhana.
Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter dibutuhkan untuk diagnosis yang benar berdasarkan data laboratorium. Rekomendasi terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi perawatannya bisa di rumah oleh anggota keluarga.

Mitos dan Fakta Rematik

Penulis : Purwanti











Foto : google.com/image
Mitos : Penyakit rematik adalah penyakit tulang.

Fakta : Penyakit rematik adalah penyakit yang menyerang Persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis rematik, seperti osteoartritis dan reumatoid artrtitis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang menopang berat badan, seperti sendi lutut, panggul, tulang belakang, punggung, dan leher.

Meski tidak menutup kemungkinan dapat menyerang daerah lain. Penyakit rematik dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian jika tidak ditangani sedini mungkin.

Mitos : Rematik hanya menyerang orang dengan usia lanjut

Fakta : Penyakit rematik dapat menyerang semua orang, tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Namun pada umumnya, rematik menyerang orang dengan usia 45 tahun keatas. Namun tidak menutup kemungkinan orang yang berusia muda bisa juga terkena rematik, bahkan ditemukan banyak kasus bayi yang terkena rematik. Penyakit rematik pada anak dikenal sebagai Jevenille Rheumatoid Arthtritis.

Mitos : Sering mandi malam sebabkan rematik

Fakta : Sampai saat ini belum ada bukti mengenai hal ini. Mitos mengenai mandi malam bisa sebabkan rematik memang hanya mitos saja, tidak ada hubungan antara rematik dengan kebiasaan seseorang mandi malam.

Kebiasaan mandi pada malam hari memang tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan kapsul sendi akan mengkerut setiap tubuh disiram air dingin atau ketika suhu dingin. Sehingga akan menyebabkan rasa nyeri pada sendi yang telah terserang rematik.

Mitos : Asam urat berlebih bisa sebabkan rematik

Fakta : Gout adalah jenis rematik yang disebabkan oleh adanya endapan kristal monosodium urat atau asam urat yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Namun, asam urat hanya satu dari beberapa penyebab rematik.

Mitos : Penyakit rematik adalah penyakit turunan

Fakta : Ada kecenderungan penyakit rematik diturunkan dari faktor genetis. Namun, tidak selalu penyakit rematik didapat dari faktor genetis. Penyakit rematik lebih banyak disebabkan karena gaya hidup yang salah.


Sumber : mediaindonesia.com

MANFAAT TITIK BEKAM

Titik bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ dan syaraf bila di-bekam pada tempat gangguan, terutama karena gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya. Titik-titik bekam yang disukai Rasulullah SAW, yaitu : Bekam atas dua urat leher : Mencegah sakit kepala. Mencegah sakit di wajah. Mencegah sakit gigi. Mencegah sakit telinga. Mencegah sakit hidung. Mencegah sakit kerongkongan. Bekam pada tengkuk / kuduk : Mencegah tekanan darah pada tengkuk. Mengatasi rabun. Mengatasi benjolan di mata. Mengatasi rasa berat pada alis dan kelopak mata. Mengatasi penyakit mata lainnya. Mengobati lepra. Mengobati berbagai macam penyakit. Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa : “Rasulullah SAW pernah menggunakan hijamah (bekam) atas tiga bagian tubuh, bagian atas tulang belakang dan atas dua urat leher.” Bekam pada pelipis : Mengobati sakit kepala. Mengobati sakit di wajah. Mengobati sakit telinga. Mengobati sakit hidung. Mengobati sakit kerongkongan. Bekam pada pundak : Mengobati penyakit di pundak. Mengobati sakit di leher. Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3 kali pada 2 pelipis dan pundaknya. Bekam di atas pinggul : Menghilangkan pegal-pegal. Menghilangkan kelelahan. Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan dari hadist Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam di bagian atas pinggulnya karena sakit pegal-pegal yang dideritanya. Bagian lain tubuh boleh di-bekam sesuai tempat sakitnya selama bukan area yang dilarang di-bekam. Haruskah sebulan sekali kita di-bekam ? Jika kita ingin terbebas dari gangguan penyakit yang diakibatkan darah kotor atau sebagai tindakan penjagaan dan kewaspadaan kita terhadap penyakit, maka sangat baik bekam dilakukan sebulan sekali. Dan agar tubuh kita lebih sehat lagi, maka lebih baik setiap hari kita minum herba kapsul Antitoxin Plus atau herba lainnya yang berkaitan dengan pembuangan toxin (racun) dari dalam tubuh.

Mengenal Pengobatan Alternatif Warisan Islam

Pernah mendengar istilah pengobatan alternatif bekam?, teknik bekam yang menggunakan jarum atau pisau cukur dan alat yang menyerupai mangkuk (cupping set) yang ditempelkan pada kulit.Health (MS/AMO) –

Teknik bekam merupakan terapi yang terkenal dari negeri Timur Tengah ini merupakan warisan Islam yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Teknik bekam mulai populer di Indonesia 10 tahun belakangan, sehingga masih asing ditelinga masyarakat.

Bekam yang dalam bahasa Arab disebut Hijamah yang berarti goresan darah ini tidak boleh sembarang dilakukan. Harus ada terapis yang memahami titik-titik tubuh. Bekam hanya boleh dilakukan pada tempat pembekuan darah, karena bekam pada dasarnya mengeluarkan darah-darah kotor yang ada di dalam tubuh.

Untuk melakukan bekam, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Sebelum Anda mulai berbekam, sebaiknya Anda mandi terlebih dahulu karena setelah berbekam Anda harus beristirahat dan tidak boleh terkena air untuk beberapa saat. Selain itu, sebelum Anda berbekam disarankan untuk berpuasa selama beberapa jam. Dan satu lagi, setelah berbekam pasien tidak berhubungan seksual baik sebelum maupun sesudahnya.

Proses yang dijalankan ketika berbekam awalnya adalah dengan membersihkan kulit pasien yang akan dibekam dengan cairan antiseptik. Jika kulit yang akan dibekam memiliki rambut seperti kepala, maka harus dicukur terlebih dahulu.

Setelah kulit bersih, diletakkan mangkuk bekam yang diletakkan diatas kulit tadi untuk mengosongkan udara di dalamnya. Pengosongan udara ini dilakukan kurang dari 10 menit, pada saat ini kulit pasien akan merasa pegal dan kulit akan terlihat menghitam serta kulit akan terasa menebal.

Pada kondisi ini, jarum ditusukkan atau disayat dengan menggunakan pisau di atas kulit yang menebal. Memang terlihat menyakitkan, namun jangan khawatir banyak pasien yang mengatakan bahwa ketika dilakukan penusukan ini tidak ada keluhan sakit.

Setelah itu mangkok kembali diletakkan diatas kulit yang telah ditusuk jarum atau ditempat yang disayat tadi.

Mangkok tadi ditempelkan dan dipompa, akan terlihat seperti rembesan darah kental yang merupakan darah kotor keluat dari kulit. Proses ini berjalan kurang dari 10 menit, karena jika terlalu lama dibekam pasien akan merasa kesakitan dan kulit akan mengelupas.

Setelah selesai di bekam, pasien dianjurkan minum minuman hangat. Setelah proses bekam tadi pasien harus menghindari minuman dingin untuk beberapa hari, dan beristirahat agar stamina kembali pulih. Banyak pasien yang mengakui keberhasilan bekam menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari pegal-pegal hingga berbagai macam penyakit kronis tergantung di bagian mana bekam dilakukan. (Purwanti/Nienk)

Sumber : abdimedia.com

BEKAM, SEMBUHKAN HIPERTENSI, MIGRAIN, SEKIT PINGGANG DAN KANKER

BEKAM Pengobatan Alternatif Bernuansa ReligiAtau alternative judul lain : Pengobatan Alternatif dari Timur TengahPenulis: Budi Sutomo Sebagian orang masih asing dengan istilah bekam. Padahal pengobatan alternative ini sudah diterapkan dan terbukti bermanfaat semenjak zaman para Nabi. Seperti apa sebenarnya terapi bekam, bagaimana metodenya dan benarkah bisa menyembuhkan?

Bagi yang belum pernah mencoba, terapi bekam memang terlihat irasional, mengada-ngada bahkan terkesan kuno, dibandingkan dengan pengobatan medis modern. Perlatan yang digunakan hanya berupa kop atau tabung, pipa penghisap, pisau bedah atau silet. Setelah titik simpul syaraf penyebab penyakit di tentukan, proses bekampun berlangsung. Tak perlu waktu lama dan Anda dijanjikan kesebuhan sesuai dengan keluhan. Benarkah demikian?

Sudah Ada Semenjak Zaman Para NabiPengobatan dengan bekam sudah digunakan semenjak zaman Nabi. Terbukti dengan adanya hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yaitu minuman madu, sayatan alat bekam dan kay(pembakaran) dengaan api, dan sesungguhnya aku melarang umatku dari kay.” Sabda yang lain “Sungguh, pengobatan paling utama yang kalian gunakan adalah bekam,”(Hadits Shohih). Pengobatan ini memang berasal dari Timur Tengah. Bekam sendiri merupakan terjemahan dari hijamah, dari kata kata al-hajmu yang berarti membekam. Berarti alhijamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penyayatan. Demikian tutur Abu Fabby, ahli bekam yang berpraktek di kawasan Tanggerang dan Bandung kepada penulisDalam perkembanganya, bekam tidak hanya terkenal di Timur Tengah namun menyebar ke daratan Eropa dan Asia seperti Cina dan Indonesia. Masyarakat Cina mengenal bekam sebagai terapi kop, sedangkan warga Eropa menyebutnya terapi cupping. Banyak penelitian bekam dilakukan oleh ilmuwan negara barat. Seperti penelitian Kohler D (1990) yang dituangkan dalam buku berjudul, The Connective Tissue as The Physical Medium for Conduction of Healing Energy in Cupping Therapeutic Method (Jaringan Ikat sebagai Media Fisik untuk Menghantarkan Energi Pengobatan dengan Bekam). Sedangkan Thomas W. Anderson (1985) juga mempublikasikan penelitian bekam dalam bentuk buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Method atau 100 Penyakit yang Dapat Diobati dengan Bekam.Harus Serba SterilDi Indonesia terapi bekam memang belum banyak diteliti kebenaran manfaatnya. Namun berdasarkan pengalaman praktek Abu Fabby, sudah banyak pasien bisa disembuhkan. seperti sakit kepala, pusing-pusing, sakit pinggang, sakit punggung dan sakit berat lainnya. Menurut Abu, pasien bisa sebuh karena dilakukan bekam pada titik-titik saraf terkait dengan penyakit yang dikeluhkan pasien. Caranya, titik yang akan dibekam diolesi dengan alcohol 75% agar steril, proses berikutnya dibekam hingga kulit terlihat tertarik dan berwarna kemerahan. Selanjutnya permukaan kulit (epidermis) disayat dengan pisau bedah atau silet steril sehingga akan keluar darah kotor. Setelah darah keluar disedot lagi dengan bekam hingga keluar getah bening. Getah bening ini yang berfungsi menutup lapisan yang tersayat. “Asal dilakukan dengan benar dan steril bekam tidak berbahaya karena yang tersayat hanya lapisan kulit luar, tidak sampai ke dalam lapisan daging. Biasanya 3 hari luka sudah sembuh dan mengering,” papar Abu Fabby. Melakukan bekam harus serba steril, steril hatinya dalam arti iklas dalam melakukanya, jika memungkinkan sebaiknya dilakukan sambil berpuasa baik pasien maupun yang mengobati, meminta kesembuha dari-Nya. Alat yang digunakan juga harus steril, seperti gelas bekam, penyedot udara, pisau/silet dan kantung tangan. Alat seperti silet dan kantung tangan harus sekali pakai langsung dibuang.Walaupun tidak berbahaya, bekam tidak dianjurkan untuk penderita diabetes, pasien yang fisiknya lemah, penderita infeksi kulit merata, kanker darah, sedang hamil dan rentan keguguran kandungan, hepatitis A dan B, penderita anemia serta pasien yang sedang menjalani cuci darah. Jika dilakukan bekam pada golongan ini, dimungkinkan akan terjadi efek samping yang tidak diinginkan.Prinsip Kerja dan Manfaat BekamDi luar negeri sudah banyak diteliti tentang cara kerja dan manfaat dari terapi bekam, seperti yang dilakukan oleh Dr.Amir Muhammad Sholih (Dosen Tamu di Universitas Chichago, peraih penghargaan di Amerika bidang pengobatan natural dan anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika). Amir mengemukakan sisi ilmiah terapi bekam dalam majalah Arab Al-Ahrom edisi 218-2001. Menurut Amir, pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum kedokteran di Amerika. Pengobatan bekam terbukti bermanfaat karena orang yang melakukan pengobatan dengan bekam dirangsang pada tritik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur. Tetapi dalam akupuntur yang dihasilkan hanya perangsangan, sedangkan bekam selain dirangsang juga terjadi pergerakan aliran darah.Manfaat bekam juga dibenarkan oleh Dr.Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Di majalah Al-Ahrom, Ahmad berujar, “Unsur besi yang terdapat dalam darah manusia kadaranya berbeda-beda. Bisa berupa unsur panas yang dapat menyebabkan terhambatnya aktifitas sel-sel sehingga mengurangi imunitas terhadap virus. Karenanya pasien yang dalam darah kandungan besinya tinggi, raksi pengobatan lebih lambat dibandingkan pasien kandungan besinya rendah dalam darah. Risetnya juga membuktikan, pembuangan sebagian darah seperti dalam terapi bekam terbukti mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat sehingga bekam bisa diterapkan sebakai terapi pendamping pengobatan medis. Hasil percobaan yang pernah dilakukan Dr.Amir pada pasien terinveksi virus hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya. Setelah pasien diterapi bekam dan diberi obat Interferon dan Riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum dibekam reaksi terhadap obat tersebut hampir tidak bereaksi.Dalam pengantar buku berjudul Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis, Dr.Wadda,Amani Umar, memberikan penjelasan berbeda tentang cara kerja bekam. Menurutnya, di bawah kulit dan otot terdapat banyak titik saraf. Titik-titik ini saling berhubungan antara organ tubuh satu dengan lainnya sehigga bekam dilakukan tidak selalu pada bagian tubuh yang sakit namun pada titik simpul saraf terkait. Pembekaman biasanya dilakukan pada permukaan kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis) jaringan ini akan “rusak”. Kerusakan disertai keluarnya darah akibat bekam akan ikut serta keluar beberapa zat berbahaya seperti serotonin, bistamin, bradiknin dan zat-zat berbahaya lainnya. Bekam juga menjadikan mikrosirkulasi pembuluh darah sehingga timbul efek relaksai pada otot sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Anda berniat mencobanya? Budi Sutomo

Sumber : http://budiboga.blogspot.com

Bekam hilangkan gangguan saraf

JAMBI-Meski sudah cukup lama ditinggalkan, namun terapi bekam masih digunakan. Bahkan kini penggunanya mulai marak. Penggunaannya juga tidak memakai cara lama (tradisional). Kini diciptakan alat khusus untuk melakukan penyedotan darah kotor. Bagi yang terbiasa sulit meninggalkan kebiasaan terapi yang populer di tanah Arab dan Cina ini.

Di Jambi sendiri alat terapi ini, dengan mudah bisa diperoleh. Selain di mal, swalayan, super market, juga tersedia di toko-toko apotik atau toko obat. Bahkan saat ini alat ini diecerkan dari rumah ke rumah. Alat ini terdiri dari tangkai pengungkit, ukuran tabung untuk darah kotor dengan berbagai pilihan. Harganya berkisar antara Rp 100-150 ribu.

Lalu bagaimana cara kerja dan manfaat bekam ini? Munindar (40), seorang guru swasta yang tinggal di Pall Merah mengaku terbiasa menggunakan bekam. Jika pusing obatnya langsung menggunakan bekam tradisional. Menurutnya, titik-titik darah berwarna merah kehitaman di mangkuk bekam adalah sumber dari penyakit.

“Rasanya, tubuh jadi ringan. Pusing dan pegal tidak pernah kumat,” aku Munindar yang mulai mengenal bekam sejak 5 tahun lalu. Menurutnya, khasiatnya instan dan badan langsung terasa enteng. Sepintas, bekam terdengar menyeramkan, karena berbau-bau “darah”. Padahal kenyataannya tidaklah seseram itu. Bekam mengambil darah di dermis (kulit jangat) dan bukan pada pembuluh darah. Karena keahliannya terkadang dia diminta membantu teman-temannya untuk melakukan bekam.

Teknik pengobatannya adalah mengambil darah kotor. Pengambilan darah dilakukan menggunakan alat berbentuk mangkuk (cupping set) yang ditempelkan pada kulit. Bagian tubuh yang merupakan titik bekam terlebih dulu “dilukai” memakai jarum lancet. Dengan pompa pengisap, udara di mangkuk kemudian disedot perlahan-lahan. Akibat perbedaan tekanan udara, kulit akan terangkat dan darah merembes keluar.

Dulu sebelum ada peralatan modern dengan menggunakan gelas atau mangkuk cekung yang dipanaskan pada bagian luarnya. Polanya juga hampir sama, mangkuk bagian luar ini menghisap darah kotor di bagian kulit, setelah dilubangi terlebih dahulu.

Titik utama yang harus dibekam hanyalah tiga. Satu titik berada di tengah ubun-ubun, dua titik di bawah bagian telinga kiri dan kanan. Namun, bisa juga ditambahkan beberapa titik lagi, misalnya titik yang berada di daerah punggung, pinggang, dan kaki, tangan, dan tulang ekor.

Umumnya, metode ini untuk meringankan gangguan pada organ dan saraf, terutama karena gangguan kelebihan darah, darah kotor atau keduanya. Ada beberapa titik bekam, yakni di atas dua urat leher, tujuannya untuk mencegah sakit kepala, sakit di wajah, sakit gigi, sakit telinga, sakit hidung, dan sakit kerongkongan.

Bekam pada tengkuk atau kuduk, kata Munindar, dapat mencegah tekanan darah pada tengkuk, mengatasi rabun, benjolan di mata, rasa berat pada alis dan kelopak mata serta mengobati lepra. Tradisi bekam ini, menurut Andi, dilakukan berdasarkan pengobatan cara Islam.

Menurutnya, bekam pada pelipis untuk mengobati sakit kepala, sakit di wajah, sakit telinga, sakit hidung, dan sakit kerongkongan. Bekam pada pundak untuk mengobati penyakit di pundak dan di leher. Bekam di atas pinggul untuk menghilangkan pegal-pegal atau kelelahan. Meski demikian jika ragu-ragu menggunakan bekam ini, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter. (wir)

Sumber : www.jambi-independent.co.id