Selasa, 30 September 2008

Jangan Main-Main dengan Tensi Darah

MEMERIKSA tekanan darah secara teratur tampaknya harus mulai dibiasakan dan menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini penting guna mencegah kemungkinan mengidap berbagai penyakit berat.


Nasihat tersebut tidaklah mengada-ada karena fakta di masyarakat saat ini menunjukkan bahwa kesadaran dalam memperhatikan tekanan darah masih sangat rendah. Padahal, tensi darah perlu dipantau dan diperiksa secara rutin guna mendeteksi kemungkinan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

"Masalah besar yang dihadapi di Indonesia saat ini adalah rendahnya kesadaran untuk memeriksakan tensi darah. Padahal bila sudah mengidap hipertensi, mereka harus mau berobat dalam jangka waktu lama," ungkap ahli penyakit dalam Prof Dr Samsuridjal Djauzi SpPD (K), dalam jumpa pers memperingati Hari Hipertensi Sedunia di Jakarta Kamis (29/5) kemarin.

Menurut Prof Samsuridjal, yang menjabat Ketua Bidang Pembinaan Praktik Dokter Layanan Skunder dan Tersier Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu, saat ini begitu banyak orang yang tak tahu kalau dirinya hipertensi dan tidak mampu mengendalikannya.

"Banyak orang yang menderita tapi mereka tak menyadarinya. Sebuah penelitian menyebutkan satu dari empat orang di dunia mengalami hipertensi. Di Indonesia, lebih dari 10 persen populasi atau sekitar 20 juta orang kemungkinan mengidap hipertensi," terangnya.

Prof Samsu berpesan, masyarakat harus secara rutin memeriksa tekanan darah untuk mencegah kemungkinan mengidap penyakit berat khususnya degeneratif. Jika tensi darah tak diperhatikan, pasien takkan menyadari kalau tekanan darahnya tinggi dan memerlukan pengobatan.

"Bila ini dibiarkan lama tentu akan menyebabkan berbagai penyakit berat seperti jantung, stroke diabetes, ginjal bahkan sampai harus cuci darah, Jangan dibiarkan sampai parah. Bila sudah mengalami hipertensi tapi belum ada komplikasi, pengobatan relatif masih mudah," ungkapnya.

Berdasarkan The Seventh Report of Joint National Committee tentang pencegahan, deteksi, evaluasi dan penanganan tekanan darah, disebutkan bahwa makin tinggi tensi darah makin besar risiko mengalami serangan jantung, gagal jantung, stroke maupun gagal ginjal. Batas tekanan darah yang normal pada usia dewasa yang dianjurkan adalah di bawah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik.

Tekanan darah 120-139/80-89 dikategorikan sebagai hipertensi di mana untuk menurunkannya dibutuhkan perbaikan gaya hidup yang lebih sehat. Jika sudah mencapai 140/90mm Hg lebih, barulah dikategorikan sebagai hipertensi yang memerlukan pengobatan.


Asep Candra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar